Selasa, 24 November 2009

MENDONGENGLAH!










Mendidik anak dengan mendongeng itu mengasyikkan. Selain dapat menanamkan nilai-nilai kebaikan, banyak sekali manfaat yang akan didapatkan oleh anak ketika mendengarkan dongeng. Dan yang tidak ketinggalan adalah, ketika orang tua secara rutin mendongeng untuk putera-puterinya, maka akan terjalin hubungan yang sangat harmonis.
Belum lama ini dalam rangka menyambut dan memeriahkan peringatan"Bulan Bahasa" KB-TK Islam Al-Azhar 14 mengundang "master dongeng" Indonesia,siapa lagi kalo bukan kak BIMO yang dari ngayogjokarto itu lho... kedatangan kak BIMO yang ahli mendongeng itu selain untuk mendongeng di depan anak-anak juga dalam rangka launching "TAMAN BACA" karya anak-anak KB-TK Islam Al-Azhar 14 Semarang,taman baca ini berada di area taman gedung KB-TK yang koleksi bukunya murni sumbangan dari anak-anak dari hasil program "bulan sedekah buku".Taman baca di buka untuk umum,siapa saja boleh kok baca-baca tanpa di pungut biaya alias GRATIS.Oh...ya.. kedatangan kak BIMO membawa berkah pula bagi para pendidik di KB-TK maupun SD Islam Al-Azhar 14 sebab kak BIMO berkenan men-share ilmunya...khususnya ilmu tentang berbagai hal tentang MENDONGENG.Makasih ya kak BIMO sudah berkenan hadir di tempat kami,semoga Allah memberi berkah dan anugerah pada panjenengan juga kita semua.Amin 3x


Kamis, 26 Februari 2009

PESAN NABI


Manfaatkan lima waktumu sebelum datang lima waktumu :

1. Pergunakan masa mudamu sebelum datang masa tuamu,

2. Pergunakan masa sehatmu sebelum datang masa sakitmu,

3. Pergunakan masa kayamu sebelum datang masa miskinmu,

4. Pergunakan masa lapangmu sebelum datang masa sempitmu,

5. Pergunakan masa hidupmu sebelum datang masa matimu.

Rabu, 25 Februari 2009

BELAJAR DARI BURUNG DAN CACING


Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karenahimpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingatpada burung dan cacing.
Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnyauntuk mencari makan. Tidak terbayang sebelumnya kemanadan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan.Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perutkenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya,tapi kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya,sementara ia harus "puasa". Bahkan seringkali iapulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehinggaia dan keluarganya harus "berpuasa". Meskipun burunglebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidakpunya "kantor" yang tetap, apalagi setelah lahannyabanyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kitatidak pernah melihat ada burung yang berusaha untukbunuh diri.
Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tibamenukik membenturkan kepalanya ke batu cadas. Kitatidak pernah melihat ada burung yang tiba-tibamenenggelamkan diri ke sungai. Kita tidak pernahmelihat ada burung yang memilih meminum racun untukmengakhiri penderitaannya. Kita lihat burung tetapoptimis akan rizki yang dijanjikan Allah.
Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetapberkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadaribenar bahwa demikianlah hidup, suatu waktu beradadiatas dan dilain waktu terhempas ke bawah. Suatuwaktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan. Suatuwaktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.
Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemahdari burung, yaitu cacing.
Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidakmempunyai sarana yang layak untuk survive ataubertahan hidup. Ia tidak mempunyai kaki, tangan,tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyaimata dan telinga. Tetapi ia adalah makhluk hidup jugadan, sama dengan makhluk hidup lainnya, ia mempunyaiperut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati. Tapikita lihat, dengan segala keterbatasannya, cacingtidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencaririzki. Tidak pernah kita menyaksikan cacing yangmembentur-benturkan kepalanya ke batu.
Sekarang kita lihat manusia. Kalau kita bandingkandengan burung atau cacing, maka sarana yang dimilikimanusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih.
Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihanini seringkali kalah dari burung atau cacing?Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh dirimenghadapi kesulitan yang dihadapi?Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacingyang berusaha bunuh diri karena putus asa. Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar dari burung dan cacing.
artikel copy by internet

lomba 17san